๐ Kebocoran Data PDN (Pusat Data Nasional Sementara)
๐ง Apa yang Terjadi?
- Server PDN Sementara milik Kominfo diretas oleh kelompok ransomware bernama Brain Cipher pada Juni 2024.
- Data di dalamnya dienkripsi dan tidak bisa diakses, bahkan diminta tebusan sekitar Rp130 miliar dalam bentuk kripto.
๐งพ Apa Dampaknya?
- Pelayanan digital terganggu, termasuk imigrasi, bandara, dan layanan pemerintah lainnya.
- Data yang bocor diduga mencakup dokumen penting seperti paspor, NIK, NPWP, hingga username & password.
๐จ Mengapa Ini Serius?
- PDN adalah tempat penyimpanan data seluruh instansi pemerintah โ artinya data kita (guru, siswa, pegawai) bisa ikut terdampak.
- Celah keamanan terjadi karena sistem kurang dilindungi atau belum diperbarui secara rutin.
โ Apa yang Bisa Dilakukan?
- Jangan gunakan password yang sama di banyak akun.
- Rutin perbarui keamanan akun sekolah atau email dinas.
- Waspadai pesan mencurigakan (phishing) yang bisa menyamar jadi layanan resmi.
๐ Kebocoran Data BPJS Kesehatan
๐ง Apa yang Terjadi?
- Data milik BPJS Kesehatan juga mengalami kebocoran dan diduga dijual di dark web.
- Kasus ini mulai muncul sejak 2021, namun hingga kini masih ditemukan data bocor di internet.
๐งพ Data Apa Saja yang Bocor?
- Nama, NIK, nomor kartu BPJS
- Tanggal lahir, alamat, nomor telepon
- Bahkan hingga riwayat kesehatan dan status kepesertaan
๐จ Dampaknya?
- Data bisa digunakan untuk penipuan, pendaftaran akun pinjol, atau pencurian identitas.
- Dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk profiling tanpa izin.
โ Apa yang Bisa Dilakukan?
- Cek akun BPJS Anda secara berkala lewat aplikasi Mobile JKN.
- Jangan sembarang membagikan NIK, nomor BPJS, atau data pribadi lainnya.
- Edukasi siswa dan orang tua agar hati-hati memberikan data pribadi ke aplikasi tidak resmi.
